Tim Rivest berhasil Menjuarai Kompetisi TBIG CreatiON 2018



| 11/09/2019

TBIG CreatiON merupakan kompetisi aplikasi dan Internet of Things (IoT) berskala nasional bagi mahasiswa yang bertujuan untuk memberikan wadah bagi generasi muda dalam menciptakan solusi-solusi kreatif dan efektif yang berguna bagi masyarakat.

Event berskala nasional yang mengambil tema "Unlocking Potential in Community Through Technology Adoption", ini ditujukan untuk memberikan wadah bagi generasi muda dalam menyalurkan kreativitas mereka menciptakan solusi-solusi kreatif dan efektif yang berguna bagi masyarakat di Indonesia. berbagai bentuk Solusi Kreatif yang bisa diajukan dalam kompetisi ini bisa berupa:

  1. Mobile Application (berbasis Android atau iOS)
  2. Desktop Application (berbasis Windows)
  3. Web Application
  4. Multimedia Application

Adapun kategori yang dikompetisikan dalam TBIG CreatiON 2018 adalah sebagai berikut:

  1. Smart Tourism & Travel
  2. Smart Health
  3. Smart Manufacture
  4. Smart Logistics & Transportation
  5. Smart Telco Solution
  6. Smart Home & Building
  7. Smart Agriculture
  8. Smart Clusters
  9. Artificial Intelligence
  10. Ad Tech
  11. e-Commerce
  12. Education
  13. Fintech

Juri dari Kalangan Profesional

TBIG CreatiON 2018 mempercayakan proses penjurian kepada dewan juri yang berasal dari kalangan profesional. Berikut susunan dewan juri TBIG CreatiON 2018:

Ketua:

Gusandi Sjamsudin, Chief of Product & Innovation PT. Tower Bersama Infrastructure, Tbk.

Anggota:

  • Irsan Saputra – Ecosystem Lead ISV Business Development IBM Indonesia
  • Teguh Prasetya – Founder Indonesia IOT Forum
  • Henri Kasyfi Soemartono – Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII)
  • Rizki Oceano – Go-Academy (Go-Jek Indonesia)
  • Setiaji, ST, MSi. – Kepala Upt Smart City Dki Jakarta
  • Lie Si An – Chief Of Business Support PT. Tower Bersama Infrastructure,
  • Yogi Pamungkas – Chief of Project & Implementation PT. Tower Bersama Infrastructure,

Dari 15 tim yang lolos mengikuti babak final, terpilih 3 pemenang utama serta 2 pemenang favorit sebagai berikut:

  • Juara I : RIVEST – Universitas Komputer Indonesia
  • Juara II: PANTAUTERNAK – Universitas Gadjah Mada
  • Juara III: JALAN.IN – Universitas Indonesia
  • Juara Aplikasi Favorit : ASISTANI – SMK Telkom Purwekorto
  • Juara Video Favorit : INVESPROPERTI – SBM Institut Teknologi Bandung

TBIG CreatiON dilaksanakan mulai dari bulan Juni 2018 dan dibagi dalam beberapa tahap, yaitu: pengajuan dan seleksi proposal, serta berakhir di tahap penjurian final pada tanggal 14 dan 15 November 2018.

Berita Lainnya


Workshop Eagle

ERG Mengadakan Seminar tentang autodesk eagle
EAGLE adalah aplikasi otomatisasi desain skrip elektronik (EDA) dengan tangkapan skematis , tata letak papan sirkuit cetak (PCB), fitur router otomatis dan manufaktur komputer (CAM). EAGLE singkatan dari Editor Layout Grafis yang Mudah Berlaku ( Jerman : Einfach Anzuwendender Grafischer Layout-Editor ) dan dikembangkan oleh CadSoft Computer GmbH . Perusahaan ini diakuisisi oleh Autodesk Inc. pada 2016.
EAGLE berisi editor skematik , untuk mendesain diagram sirkuit . Skema disimpan dalam file dengan ekstensi .SCH, bagian didefinisikan dalam pustaka perangkat dengan ekstensi .LBR. Bagian-bagian dapat ditempatkan pada banyak lembaran dan dihubungkan bersama melalui port. Editor tata letak PCB menyimpan file papan dengan ekstensi .BRD. Ini memungkinkan back-annotation ke skema dan auto-routing untuk secara otomatis menghubungkan jejak berdasarkan koneksi yang ditentukan dalam skema. EAGLE menyimpan file tata letak Gerber dan PostScript serta file bor Excellon dan Sieb & Meyer . Ini adalah format file standar yang diterima oleh perusahaan fabrikasi PCB , tetapi mengingat basis pengguna khas EAGLE dari perusahaan desain kecil dan penggemar, banyak perakit PCB dan toko perakitan juga menerima file papan EAGLE (dengan ekstensi .BRD) secara langsung untuk mengekspor file produksi yang dioptimalkan dan memilih dan tempatkan data itu sendiri. EAGLE menyediakan antarmuka pengguna grafis multi-jendela dan sistem menu untuk mengedit, manajemen proyek dan untuk menyesuaikan antarmuka dan parameter desain. Sistem dapat dikontrol melalui mouse, hotkey keyboard atau dengan memasukkan perintah tertentu pada baris perintah yang tertanam. Beberapa perintah berulang dapat digabungkan menjadi file skrip (dengan ekstensi file .SCR). Dimungkinkan juga untuk mengeksplorasi file desain menggunakan bahasa pemrograman berorientasi objek EAGLE-spesifik (dengan ekstensi .ULP).


4 Kejadian Penting di Industri Startup Indonesia Sepanjang 2019

Industri di Indonesia semakin berkembang sejak beberapa tahun terakhir. Bukan hanya dari sisi jumlah startup yang semakin banyak, tetapi juga manfaat yang dihasilkan dari industri ini.Saat ini Indonesia memiliki empat startup dengan titel unicorn, yakni Traveloka, Ovo, Tokopedia, Bukalapak, serta satu decacorn yakni Gojek. Unicorn merupakan istilah untuk startup dengan valuasi lebih dari USD 1 miliar, sedangkan decacorn memiliki valuasi USD 10 miliar.

Sepanjang tahun ini, ada beberapa kisah menarik di industri startup Tanah Air. Mulai dari ekpansi bisnis, hingga hengkangnya para CEO.Berikut ini mengenai beberapa kisah menarik di industri startup sepanjang 2019:

1.Ekspansi Gojek
2.Pendiri Gojek menjadi Mendikbud
3.Pendiri Ruangguru jadi Staf Khusus Jokowi
4.Achmad Zaky Lepas Jabatan CEO Bukalapak

Sumber Disini