Divisi ERG UNIKOM Raih Juara 1 Dalam Kompetisi Nasional “Medinnovation 2020”



| 10/10/2020

BANDUNG, UNIKOM – Divisi Embedded System Research Group (ERG) Unikom melalui Tim Moo.id berhasil meraih juara 1 dalam kompetisi nasional ”Medinnovation 2020” bidang teknologi yang diselenggarakan oleh PT Medion Indonesia. Dalam kompetisi tersebut, 5 (lima) kampus yang terpilih di babak final diantaranya Universitas Brawijaya, Pens ITS, Politeknik Bandung, Unjani dan Unikom. Dimulai sejak Februari 2020, pelaksanaan babak final kompetisi tersebut baru digelar pada 21 September 2020 dan pengumuman pemenang pada 29 September 2020.


Tim yang dibimbing oleh Agus Mulayana, M.T., selaku dosen pembimbing tersebut terdiri dari tim inti diantaranya Bayu Gustiana Fajar (Prodi Sistem Komputer), M. Ripan Saiful Mansur (Prodi Sistem Komputer) dan Muhammad Rafi (Prodi Teknik Informatika). Mengenai tim Moo.id merupakan Pre-Startup yang berfokus pada pengembangan sistem cerdas untuk meningkatkan kualitas ternak sapi. Produk yang dibuat Moo.id ialah berupa sistem terpadu untuk solusi kesehatan ternak sapi yang berbasis Internet of Things (IoT), big data dan manchine learning. Sistem tersebut menghubungkan antara peternak sapi, dokter hewan, apotek penjual obat ternak dan pemerintah, sehingga sistem tersebut mampu menjadi portal bersama untuk menguatkan ketahanan pangan, khususnya sektor peternakan.

Ide produk tersebut muncul karena adanya keluhan peternak sapi perihal kesehatan sapi yang kadang tidak dapat diketahui atau tidak terperediksi, serta mereka  mengalami kesulitan ketika ingin berkonsultasi dengan dokter hewan. Berdasrkan kondisi tersebut Moo.id hadir dengan memnberikan solusi terpadu berupa perangkat yang dipasang pada hewan ternak, berupa kalung (serupa kolotok, dalam bahasa sunda), yang berisi sensor untuk mendeteksi suhu badan sapi dan detak jantung sapi. Selain itu, perangkat tersebut dilengkapi GPS untuk mendeteksi posisi sapi sedang berada di area ternak atau keluar dari area ternak. Data ini selanjutnya dikirimkan ke server untuk diolah. Proses pengolahan data di server menggunakan teknologi machine learning, sehingga memberikan identifikasi dan prediksi kesehatan sapi tersebut ke dalam 4 kelas, yakni kondisi sehat, waspada, sakit dan bahaya.

Secara arsitektur, Moo.id terdiri dari 3 (tiga) sub sistem, yakni perangkat yang dipasang pada sapi, cloud services  yang terintegrasi dengan layanan Machine learning dan aplikasi antarmuka berupa web dan aplkasi mobile. Untuk mendukung kehandalan fungsi, sistem Moo.id menerapkan konsep edge computing yang mampu meningkatkan performa  telemetri dan validasi  data dari perangkat ke cloud. Selain informasi, identifikasi dan prediksi, Moo.id juga memberika rekam medis kesehatan sapi, sehingga data tersebut berguna ketika peternak atau dokter ingin melihat rekam jejak kesehatan sapi sebelum dijual atau di sembelih pada waktunya. Moo.id juga memberikan akses interaksi antara peternak dengan dokter untuk berkonsultasi atau melaporkan data kesehatan ternaknya, juga interaksi peternak dengan apotek penyedia layanan obat ternak untuk pemesanan atau pembelian obat. Bagi pemilih apotek obat ternak, Moo.id memberikan analitik potensi kebutuhan obat-obatan yang banyak diperlukan oleh peternak dan menjadi acuan menyediakan stok obat obatan yang sering diperlukan agar memadai. Peternak juga memiliki log pembelian sehingga membantu mereka untuk berbelanja kembali.

Agus Mulyana, M.T., menyampaikan rasa bahagianya atas pencapaian tim ERG Unikom. “Terlebih lomba tersebut dilaksanakan pada masa pandemi yang mana tentu tidak mudah melakukan koordinasi pada masa biasa. Selain itu, semoga pencapaian tersebut dapat memotivasi para mahasiswa baru Unikom untuk dapat aktif di kegiatan-kegiatan kampus dan terus semangat kuliah dengan baik meski dengan skema online ini.” ujarnya. (Direktorat Hms & Pro)