IMPULSE HME-ITB 2017

Team Jomsu dari Divisi ERG UNIKOM kembali menambah daftar prestasinya atas pencapaian yang diraih sebagai Juara I Kompetisi Internet of Things(IoT) IMPULSE HME-ITB melalui karya inovasi bernamama “Carepol” atau (care polutan). Mengusung konsep berbasis IoT, alat tersebut bisa melakukan system monitoring tingkat polusi udara yang diterapkan dikendaraan bermotor, serta memperluas manfaat konektivitas internet yang tersambung secara terus menerus.

Jonas Atjas Ualubun berujar “Sebelumnya, memang sudah ada alat pengukur polusi udara yang diciptakan tetapi hanya terdapat di beberapa titik Kota Bandung, tetapi data yang diberikanya tidak real time. Karena itu, kami ciptakan alat yang sifatnya portable dan memberikan data secara real time. Sehingga, target kami alat ini bisa dipasang di angkutan umum dimana setiap 15 detik, carepol akan mengirimkan informasi berupa data tentang kondisi dsekitarnya, seperti tingkat polutan, kadar karbondioksida, suhu, kelembapan, gas, dan mengirimkan posisi sistem dalam koordinat GPS. Manfaatnya bukan hanya untuk masyarakat,tetapi pemerintah pun bisa turut memantau tingkat polusi di Kota Bandung secara lebih efektif dan efisien”.

Berada dibawah bimbingan Agus Mulyana, S.Kom.,M.T, Bersama anggotanya dari Program Studi Teknik Komputer yakni Dira Emilia yang berfokus di aplikasi android, Jonas Atjas Ulaubun di hardware mekanik dan Ronny Riayana di situs web, carepol berhasil menggungguli karya tim lainya dari ITB,ITHB, dan Universitas Brawijaya pada babak final yang digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jumat (10/11). “Kompetisi ini adalah kali pertama yang diadakan oleh ITB, dengan membaginya ke dalam dua kategori yaitu tingkat SMA/sederajat dan tingkat universitas. Dari total 28 tim tingkat universitas yang mengirim paper, terpilih lima tim untuk maju ke babak final salah satunya Unikom,” ujar Jonas.

Kompetisi ini sendiri menyediakan beberapa tema yang bisa dipilih oleh peserta, yakni keamanan, industri, lingkungan, dan transportasi. Carepol sendiri memiliki system yang berhubungan dengan tema lingkungan dan transportasi yang terintegrasi atas tiga perangkat, yaitu hardware (carepol device), webserver(web server carepol), dan mobile application (android carepol APP). “Carepol device merupakan alat atau sensor untuk mengambil data, selanjutnya dilaporkan ke server atau web admin untuk mengolah data menjadi grafik polusi, peta polusi, dan agent rating. Lalu, masyarakat bisa mengakses data tersebut untuk melihat tingkat polutan di suatu titik dengan meng-klik lokasinya di aplikasi android yang dapat diunduh di playstore,” jelas Ronny.

Sebelum mempresentasikan karyanya di babak final, Tim Jomsu dari Divisi ERG UNIKOM telah mengujicobakan carepol di beberapa titik di Kota Bandung, antara lain, Alun-Alun, Tegalega, Dipati Ukur, hingga Setiabudi. Hasilnya menunjukan, bahwa setiap kawasan memiliki tingkat polutan yang berbeda, bahkan tingkat polutan di siang hari jauh lebih besar di banding malam hari. Sehingga, dengan adanya system ini diharapkan bisa meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat akan bahaya polutan yang tersebar di lingkungan sekitarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *